|
|
 RUWATAN BERSAMA XXII LEMBAGA JAVANOLOGI YOGYAKARTA TAHUN 2012
Yogyakarta, 26 Maret 2012 - Perhimpunan Pelestarian dan Pengembangan Budaya Jawa “Panunggalan” melalui Lembaga Javanologi Yogyakarta akan menyelenggarakan Upacara Adat Ruwatan Bersama secara lengkap dengan pergelaran wayang kulit lakon Murwakala pada:
- Hari/tanggal : Minggu Legi, 1 Juli 2012
- Pukul : 08.00 s/d selesai
- Tempat : Pendapa Agung Tamansiswa Yogyakarta
Biaya Penyelenggaraan
- Biaya pendaftaran dan fasilitas keluarga untuk kedua orang tua Rp. 300.000,-
- Biaya perlengkapan upacara adat ruwatan untuk setiap anak/sukerto Rp. 450.000,-
- Bagi keluarga yang akan mengundang kerabat /saudara untuk hadir memberikan doa restu pada acara tersebut sebagai pengombyong dipungut kontribusi dengan cara membeli undangan seharga Rp. 40.000,- / orang
- Kedua orang tua sukerto tidak dipungut biaya/kontribusi lain.
Biaya tersebut di atas meliputi: tempat duduk, gladi bersih, pergelaran wayang kulit, sesaji lengkap, peralatan upacara potong rambut dan kidungan/mori, bunga tabur, peralatan upacara siraman, pakaian kopohan/mori, handuk, konsumsi, dan lain-lain.
Persyaratan Peserta
- Mengisi formulir pendaftaran rangkap dua
- Menyerahkan 1 helai pas foto ukuran 2 x 3
Waktu dan Tempat Pendaftaran
Pendaftaran dimulai tanggal 1 April 2012 s/d 25 Juni 2012 di:
- Sekretariat Panitia: Sudarmadi, S.IP. (HP. 081328098491), Jl. Brigjen Katamso 139 (Dalem Jayadipuran), Yogyakarta 55152, Telp. (0274) 373241.
- Ny. Sri Muryani, Pendapa Agung Tamansiswa, Jl. Tamansiswa 25 Yogyakarta, Telp. (0274) 389208.
- Toko Buku Tamansiswa, Tamansiswa 8 Yogyakarta, Tlp. (0274) 418878 / 378778.
- E. Suharjendra, BA., Jogonalan Lor, Tirtanirmala, Kasihan Bantul, Telp. (0274) 376672.
Jenis-Jenis Sukerto Yang Perlu Diruwat
- Ontang-anting (anak tunggal laki-laki)
- Unting-unting (anak tunggal perempuan)
- Uger-uger lawang (dua bersaudara laki-laki semua)
- Kembang sepasang (dua bersaudara perempuan semua)
- Gedhana-gedhini (dua bersaudara laki-laki dan perempuan)
- Gedhini-gedhana (dua bersaudara perempuan dan laki-laki)
- Kembar (dua anak lahir dalam satu hari laki-laki atau perempuan semua)
- Dhampit (dua anak lahir dalam sehari satu laki-laki dan satu perempuan)
- Sendhang kapit pancuran (tiga anak bersaudara yang perempuan di tengah)
- Pancuran kapit sendhang (tiga anak bersaudara yang laki-laki di tengah)
- Saramba (empat anak bersaudara laki-laki semua)
- Sarimpi (empat anak bersaudara perempuan semua)
- Pandhawa / pancala putra (lima anak bersaudara laki-laki semua)
- Pandhawi / pancala putri (lima anak bersaudara perempuan semua)
- Pandhawa madhangake (lima anak bersaudara seorang perempuan)
- Pandhawa apil-apil / pipilan (lima anak bersaudara seorang laki-laki)
- Tiba sampir (anak lahir kalung usus)
- Jempina (anak lahir belum waktunya / prematur)
- Margana (anak lahr di perjalanan)
- Wahana (anak lahir di desa yang sedang ada pergelaran wayang kulit)
- Bungkus / wungkus (anak lahit bungkus)
- Julung wangi (anak lahir bersamaan dengan terbitnya matahari)
- Julung sungsang (anak lahit bersamaan dengan matahari di titik kulminasi)
- Julung pujud (anak lahir bersamaan dengan tenggelamnya matahari)
- Wungle (anak lahir bule)
- Kresno (anak lahir hitam mulus)
- Wungkul (anak bongkok sejak lahir)
- Wujul (anak cebol sejak lahir)
Selain tersebut di atas, yang termasuk sukerto adalah orang yang lalai dalam mengerjakan sesuatu hal:
- Orang menanak nasi merobohkan dandang.
- Orang memipis jamu mematahkan gandhik.
- Orang membangun rumah sudah memasang genting lupa memasang tutup keong.
- Orang memotong bambu tanpa ruas tidak dipecah.
- Orang menylumbat kelapa, setelah selesai penylumbatnya tidak dirobohkan.
|
|
|
|